Seputar Jabar Bandung | Warga Jawa Barat yang kerap merinding saat harus melintasi jalanan sepi di malam hari kini bisa bernapas lega. Jika merasa terancam atau takut diadang begal, Anda tak perlu nekat menembus kegelapan seorang diri. Kepolisian Daerah (Polda)Jawa Barat menegaskan siap menurunkan personelnya untuk mengawal warga sampai ke titik aman.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen besar Polda Jabar dalam memberantas kejahatan jalanan Jawa Barat yang kian meresahkan. Tak tanggung-tanggung, seluruh jajaran kepolisian dari tingkat Polda hingga Polres kini dikerahkan secara serentak.
”Wajib hukumnya bagi jajaran kepolisian dan tim gabungan untuk membantu warga yang merasa takut pulang sendiri di jam-jam rawan,” ujar Kapolda Jabar Irjen Pipit Rismanto saat memimpin ekspos tangkapan skala besar di Mapolda Jabar, Jumat (7/8/2026).
Langkah tegas ini pun mendapat dukungan penuh dari unsur pimpinan daerah. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Kepala Kejaksaan Tinggi Jabar Sutikno, hingga Ketua DPRD Jabar Buky Wibawa tampak hadir langsung menyaksikan barisan barang bukti kejahatan yang berhasil diamankan petugas.
Patroli Gabungan Disiagakan, Sasar Titik Rawan Kejahatan
Untuk merealisasikan perlindungan tersebut, Polda Jabar mengukuhkan Tim Unit Reaksi Cepat (URC). Pasukan ini bukan cuma diisi personel polisi, tapi juga hasil kongsi bersama TNI dan Satpol PP. Fokus utamanya: menyisir kawasan permukiman dan sudut-sudut jalan yang rawan aksi kejahatan pada jam-jam krusial.
Tapi, patroli jalanan saja tentu belum cukup. Irjen Pipit menilai, aksi begal dan curanmor Jabar sering kali subur akibat minimnya fasilitas publik di lapangan. Imbasnya, para Kapolres diinstruksikan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
”Kalau menemukan jalanan yang kurang penerangan, segera laporkan ke Pemda. Sistem Siskamling dan pemasangan CCTV juga harus dihidupkan lagi di tiap lingkungan,” tegasnya.
Gudang Barang Bukti Berisi Ribuan Motor dan Narkoba Rp20 M Miring
Rangkaian operasi serentak yang digelar sejak Juni hingga Agustus 2026 ini membuahkan hasil signifikan. Halaman Apel Mapolda Jabar bahkan mendadak penuh sesak oleh ribuan barang bukti hasil sitaan.
Petugas sukses menyita 1.016 unit sepeda motor, 12 mobil, 3 senjata api, serta ratusan senjata tajam yang biasa dipakai para pelaku pencurian dan perampokan. Tak berhenti di situ, sebanyak 9.128 knalpot bising alias brong turut diangkut—sebagian di antaranya diserahkan sukarela oleh warga yang sadar aturan.
Perang melawan narkotika pun mencatatkan angka fantastis. Dari 80 kasus narkoba dan 115 kasus Obat Keras Tertentu (OKT), polisi mencokok total 223 tersangka.
Barang haram yang diamankan meliputi 1,7 kilogram sabu, 2,9 kilogram ganja, 612 butir ekstasi, 618 gram tembakau sintetis, ribuan butir psikotropika, hingga 2,7 juta butir obat keras, serta 25 ribu botol minuman keras. Nilai total barang haram ini menembus angka Rp20.000.000.000 (Rp20 miliar). Penindakan ini diklaim berhasil menyelamatkan sekitar 3,1 juta jiwa warga dari bahaya jerat narkoba.
Orang Tua Bakal Dipanggil Jika Anak Terlibat Kejahatan
Fenomena menarik sekaligus prihatin terkuak di balik maraknya aksi kejahatan jalanan Jawa Barat belakangan ini. Mayoritas pelaku yang digulung petugas ternyata masih menginjak usia remaja.
Melihat fakta mendesak ini, Polda Jabar menggalakkan pendekatan baru lewat program “Orang Tua/Wali Memanggil”. Langkah ini dirancang agar penanganan kenakalan remaja tidak cuma dibebankan pada aparat, tapi juga menyentuh akar masalah di rumah.
”Para orang tua harus punya peran aktif dan bertanggung jawab penuh menjaga anak-anaknya agar tidak terperosok ke aksi kejahatan jalanan,” pungkas Pipit.














