seputarjabar.co.id
Selasa, 23 Juni 2026
Panglima Kodam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., memberikan kuliah umum di Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung dalam rangkaian kegiatan Pangdam III/Siliwangi Goes to Campus. Kegiatan yang mengusung tema “Peran Mahasiswa dalam Mewujudkan Bela Negara di Era Digital” ini dihadiri ratusan mahasiswa dan civitas akademika.
Dalam penyampaiannya, Mayjen TNI Kosasih menegaskan bahwa bela negara merupakan sebuah keharusan bagi setiap warga negara. Ia menekankan bahwa cinta tanah air adalah bagian dari iman, sehingga mahasiswa dituntut tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter religius, jujur, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi solidaritas dan toleransi.
“Mahasiswa harus mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan, tidak membedakan suku, agama, maupun latar belakang, serta aktif menciptakan ruang digital yang sehat dan produktif,” ujar Pangdam.
Ia juga menyoroti pentingnya kewaspadaan di era digital. Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan dan pengembangan diri, bukan untuk hal-hal yang merugikan.
“Digitalisasi adalah keniscayaan. Namun kita harus bijak, jangan sampai disalahgunakan. Justru ini menjadi sarana untuk membangun manusia yang cerdas dan mampu menghargai sesama,” jelasnya.
Sosok Mayjen TNI Kosasih yang dikenal sebagai “Jenderal Santri” turut menjadi inspirasi bagi mahasiswa. Latar belakangnya yang sederhana hingga mampu mencapai pangkat jenderal menjadi bukti bahwa kerja keras dan tekad kuat mampu mengubah nasib. Dalam kesempatan tersebut, ia bahkan membagikan kisah inspiratif melalui buku yang ditulisnya, salah satunya berjudul “Marbot Bisa Menjadi Jenderal”, yang sarat pesan motivasi.
Rektor UNINUS Bandung Dr. Endang Komara, M.Si., dalam sesi press conference menyampaikan apresiasi atas kehadiran Pangdam III/Siliwangi. Ia menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. “Tema yang diangkat sangat menarik. Bela negara adalah keharusan, dan mahasiswa harus memiliki sikap religius, jujur, bertanggung jawab, serta menjunjung solidaritas dan toleransi. UNINUS sendiri dibangun atas nilai-nilai tersebut, tanpa membedakan suku, agama, maupun bahasa,” ungkapnya.
Endang Komara juga menekankan bahwa di era pemerintahan saat ini, transformasi digital dalam pendidikan menjadi hal yang tidak bisa dihindari, baik di tingkat dasar, menengah, maupun perguruan tinggi.
“Digitalisasi adalah upaya menciptakan manusia yang cerdas dan mampu menghargai orang lain. Namun, kita harus waspada agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan di luar pendidikan”.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa kegiatan kuliah umum ini memberikan motivasi kuat bagi mahasiswa untuk terus berkembang. Sosok Pangdam yang berasal dari latar belakang sederhana dinilai mampu menjadi teladan nyata bahwa dengan tekad kuat, seseorang dapat mencapai kesuksesan. “Pesan beliau sangat menginspirasi. Dari marbot bisa menjadi jenderal, itu menunjukkan bahwa siapa pun bisa berhasil selama memiliki kemauan dan usaha. Pemimpin harus menjadi role model dan teladan bagi masyarakat,” tuturnya.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UNINUS dan Kodam III/Siliwangi sebagai bentuk sinergi dalam penguatan wawasan kebangsaan dan karakter generasi muda.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran bela negara yang kuat, baik di dunia nyata maupun di ruang digital.
Penulis narasi : ywinda















