Seputar Jabar Tegas Lugas Objektif
No Result
View All Result
Kamis 13 Agustus 2026
  • NASIONAL
  • JABAR
    • BANDUNG
    • KAB.BANDUNG
    • BANDUNG BARAT
    • CIMAHI
    • GARUT
    • BOGOR
    • CIANJUR
    • CIREBON
    • GARUT
    • SUMEDANG
    • INDRAMAYU
    • SUKABUMI
    • PANGANDARAN
  • HUKUM
    • HUKUM/KRIMINAL
    • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
    • PERSIB BANDUNG
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
    • PEMILU
  • TEKNOLOGI
NASIONAL JABAR HUKUM OLAHRAGA PENDIDIKAN PERISTIWA POLITIK TEKNOLOGI
Koran Seputar Jabar | Tegas Lugas Objektif
No Result
View All Result
Home New Post

Sejarah 7 Januari 1965, Indonesia Keluar dari PBB hingga Krisis Ekonomi Era Soekarno

redaksi Oleh redaksi
Selasa, 7 Januari, 2025 | 08:42
Sejarah 7 Januari 1965, Indonesia Keluar dari PBB hingga Krisis Ekonomi Era Soekarno

Tanggal 7 Januari 1965 menjadi sejarah Indonesia keluar dari PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) hingga terjadinya krisis ekonomi era Soekarno. Hal itu merupakan keputusan besar dalam perpolitikan Indonesia, mengingat PBB adalah sebuah organisasi internasional yang beranggotakan negara-negara di dunia.

Terdapat beberapa potensi buruk apabila Indonesia keluar dari organisasi internasional tersebut. Semua bantuan yang didapat dari negara-negara lain akan diputus.

Bahkan, terdapat kemungkinan pula jika Indonesia akan dikucilkan dalam pergaulan internasional ketika keluar dari PBB, hingga krisis ekonomi.

Pemicu Indonesia Keluar dari PBB hingga Krisis Ekonomi Era Soekarno

Mengutip dari buku “Hamengkubuwono IX (1912-1988) hingga Muhammad Yasin (1920-2012): Seri Ensiklopedi Pahlawan Pembela Kemerdekaan Indonesia (2021)”, Indonesia masuk menjadi anggota PBB pada tanggal 28 September 1950.

Pada saat itu yang menjadi perwakilan Indonesia dalam menyampaikan pidato adalah Lambertus Nicodemus Palar. Sejak itulah Indonesia resmi menjadi anggota PBB yang ke-60.

Secara resmi sejak saat itu pula bendera merah putih berkibar di Kantor Pusat PBB, dan menandai eksistensi Indonesia dalam pergaulan internasional.

Masuknya Indonesia ke dalam PBB sejatinya tidak hanya sekedar menjadi pelengkap saja, melainkan juga untuk terlibat secara aktif dalam perpolitikan dunia.

Hal itu tercermin dari visi besar yang dibawa oleh Presiden Soekarno. Bahkan Soekarno juga pernah menyampaikan pidato yang berjudul “Membangun Dunia Baru”.

Pidato kontroversial Presiden RI pertama itu memang cukup menunjukkan bagaimana sikap Indonesia dalam PBB.

Soekarno memang dikenal sebagai pribadi yang getol dalam menentang kolonialisme dan imperialism, terutama oleh bangsa-bangsa Barat.

Salah satu konflik yang akhirnya membuat Indonesia menentang organisasi internasional tersebut adalah ketika Indonesia keluar dari PBB.

Kejadian ini bermula dari konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia pada tahun 1963. Peristiwa itu bermula dari ketidaksetujuan Indonesia terhadap pembentukan Federasi Malaysia.

Indonesia menilai bahwa pembentukan Federasi Malaysia sebagai kolonialisme baru Inggris di kawasan Asia Tenggara.

Agaknya hal ini bukanlah sekedar gimmick Soekarno semata. Hal itu terbukti dari bagaimana konflik antara Indonesia dan Malaysia, terutama di wilayah perbatasan.

Resmi Keluar dari PBB

Berawal dari konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia, protes Indonesia juga berlanjut ketika PBB memasukkan Malaysia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Meskipun telah mengancam akan keluar dari PBB, namun nyatanya sikap Indonesia ini tidak diindahkan. Alhasil, Indonesia secara resmi keluar dari PBB.

Sikap Indonesia ini sebenarnya cukup membuat banyak pihak mengecamnya. Banyak pihak menilai bahwa seharusnya Indonesia memikirkan ulang tindakan yang telah diambilnya itu.

Mengutip dari buku berjudul “Mimbar Indonesia Volume 19” (1965), keputusan keluarnya Indonesia dari PBB bak halilintar di siang hari. Sikap Indonesia ini karena melihat bagaimana PBB hanya menjadi alat yang digunakan untuk menguntungkan Nekolim.

Langkah yang diambil oleh Indonesia sebenarnya menjadi sebuah gambaran revolusioner dalam organisasi ini. Karena sebenarnya banyak negara-negara Asia Afrika dan Amerika Latin yang juga tidak puas dengan keputusan-keputusan PBB.

Sikap Indonesia ini memang dilakukan dalam rangka menentang pembentukan negara Malaysia yang sedikit demi sedikit mulai mencaplok wilayah Indonesia.

Soekarno menilai bahwa Indonesia tidak akan mengalami kesulitan ketika keluar dari PBB. Bahkan, Soekarno menyatakan Indonesia akan berkembang meskipun tanpa keterlibatannya di dalam PBB.

Namun, tindakan ini di kemudian hari justru membuat Indonesia mengalami krisis. Tindakan yang dilakukan oleh Indonesia sebenarnya membuktikan bagaimana Indonesia teguh dalam menentang penjajahan.

Sejarah Indonesia keluar dari PBB, hal ini membuat Indonesia sebagai negara pertama yang keluar dari organisasi internasional tersebut.

Krisis Ekonomi Era Soekarno

Mengutip dari buku “Sejarah Nasional Indonesia Jilid VI” (1984), keluarnya Indonesia dari PBB ini menghilangkan kesempatan Indonesia untuk menyelesaikan konfliknya dengan Malaysia.

Selain itu, Indonesia juga akan kesulitan dalam melakukan perubahan terhadap PBB yang penuh dengan permasalahan. Padahal jika tetap berada di PBB, Indonesia masih memiliki kesempatan untuk merubah organisasi tersebut dari dalam.

Keputusan Indonesia keluar dari PBB sejatinya tidak hanya menyebabkan negara ini terkucil dalam pergaulan internasional. Melainkan juga terhadap kesempatan mendapatkan bantuan dari negara lain.

Apalagi ketika itu Indonesia sempat terlibat konflik dengan Malaysia yang tidak memiliki jaminan akan adanya kemenangan.

Selain itu, Indonesia juga sedang dihantam krisis ekonomi yang terjadi sejak tahun 1960. Fakta ini dibarengi dengan kebijakan Soekarno dalam proyek mercusuarnya.

Anggaran bahkan mengalami peningkatan dari tahun 1961 hingga 1965. Situasi ini semakin rumit manakala adanya hiperinflasi yang terjadi di Indonesia. Kondisi krisis ekonomi semakin parah ketika Indonesia keluar dari PBB pada tanggal 7 Januari 1965.

Krisis yang terjadi di Indonesia ini memang awalnya hanya bermotif ekonomi. Namun, gagalnya pemerintahan Soekarno dalam mengelolah hal tersebut juga berimplikasi terhadap kebijakan politik yang ada di dalam negeri.

Sejak keluar dari PBB pun hubungan Indonesia dan Tiongkok menjadi semakin mesra. Terbukti dalam berbagai kebijakan yang mengarah pada kerjasama dengan negara komunis tersebut. Red

Berita Terkait

Persebaya Juara Piala Presiden 2026 Usai Tumbangkan Persib Bandung
New Post

Persebaya Juara Piala Presiden 2026 Usai Tumbangkan Persib Bandung

Oleh Tim Redaksi
Jumat, 7 Agustus, 2026 | 00:10
0
1.5k

Persebaya Surabaya sukses mengakhiri penantian dengan cara paling dramatis. Bajul Ijo keluar sebagai juara Piala Presiden 2026 setelah menaklukkan Persib...

Kejagung Tetapkan Brigjen Lalu Muhammad Iwan Tersangka Korupsi MBG
NASIONAL

Kejagung Tetapkan Brigjen Lalu Muhammad Iwan Tersangka Korupsi MBG

Oleh Tim Redaksi
Sabtu, 4 Juli, 2026 | 09:07
0
1.5k

Seputar Jabar | Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menetapkan satu tersangka baru dalam kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis...

“Jenderal Santri” Mayjen TNI Kosasih Ajak Mahasiswa UNINUS Perkuat Moral Serta Nasionalisme

Rektor UNINUS Bandung Dr. Endang Komara, M.Si., Kisah “Marbot Jadi Jenderal” Pangdam Siliwangi Jadi Motivasi Mahasiswanya

Minggu, 9 Agustus, 2026 | 00:00
1.5k
Musyawarah Besar Buah Batu Corps Teguhkan Arah Baru Organisasi Berbasis Aksi Sosial Soliditas

Musyawarah Besar Buah Batu Corps Teguhkan Arah Baru Organisasi Berbasis Aksi Sosial Soliditas

Minggu, 7 Juni, 2026 | 14:57
1.5k
Koran Seputar Jabar

Koran Seputar Jabar

Senin, 17 Maret, 2025 | 18:10
1.5k
STNK Hilang

Recommended.

Grand Opening Rest Area 99 , Bumdes Pancawangi Desa Sukawangi

Grand Opening Rest Area 99 , Bumdes Pancawangi Desa Sukawangi

Senin, 1 Desember, 2025 | 12:41
1.5k
Pemdakab Garut Siapkan Rencana Aksi Daerah Kabupaten Layak Anak

Pemdakab Garut Siapkan Rencana Aksi Daerah Kabupaten Layak Anak

Jumat, 7 Juli, 2023 | 18:36
1.5k

Trending.

Harlah ke-51 MUI Kabupaten Garut Digelar di Pendopo, Perkuat Peran sebagai Khadimul Ummah

Harlah ke-51 MUI Kabupaten Garut Digelar di Pendopo, Perkuat Peran sebagai Khadimul Ummah

Sabtu, 8 Agustus, 2026 | 18:37
1.5k
Dr. Suherman Saleh: Muswil KAHMI Jabar ke-7 Berjalan Sukses, Rumusan Strategis Siap Ditindaklanjuti

Dr. Suherman Saleh: Muswil KAHMI Jabar ke-7 Berjalan Sukses, Rumusan Strategis Siap Ditindaklanjuti

Senin, 10 Agustus, 2026 | 17:29
1.5k
Dua Tokoh Perintis PUSDAI Diabadikan, Paviliun Miftah Faridl dan Sodik Mudjahid di Resmikan

Dua Tokoh Perintis PUSDAI Diabadikan, Paviliun Miftah Faridl dan Sodik Mudjahid di Resmikan

Selasa, 11 Agustus, 2026 | 13:35
1.5k
Proyek Pembangunan Prasarana Pertanian Yang Dilaksanakan CV Tata Teknik Diduga Dikerjakan Asal-Asalan

Proyek Pembangunan Prasarana Pertanian Yang Dilaksanakan CV Tata Teknik Diduga Dikerjakan Asal-Asalan

Rabu, 16 Juli, 2025 | 19:58
1.5k
Polsek Cibinong dan INAFIS Polres Bogor Cek Olah TKP Perampokan Rumah, Korban Rugi Puluhan Juta

Polsek Cibinong dan INAFIS Polres Bogor Cek Olah TKP Perampokan Rumah, Korban Rugi Puluhan Juta

Kamis, 11 Juli, 2024 | 17:30
1.5k
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • Privacy Policy
  • REDAKSI
  • Tentang Kami
Portal Berita Jawa Barat Terpercaya

© 2026 Seputar Jabar Online - Tegas Lugas Objektif

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • JABAR
    • BANDUNG
    • KAB.BANDUNG
    • BANDUNG BARAT
    • CIMAHI
    • GARUT
    • BOGOR
    • CIANJUR
    • CIREBON
    • GARUT
    • SUMEDANG
    • INDRAMAYU
    • SUKABUMI
    • PANGANDARAN
  • HUKUM
    • HUKUM/KRIMINAL
    • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
    • PERSIB BANDUNG
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
    • PEMILU
  • TEKNOLOGI

© 2026 Seputar Jabar Online - Tegas Lugas Objektif

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.