Seputar Jabar Tegas Lugas Objektif
No Result
View All Result
Kamis 13 Agustus 2026
  • NASIONAL
  • JABAR
    • BANDUNG
    • KAB.BANDUNG
    • BANDUNG BARAT
    • CIMAHI
    • GARUT
    • BOGOR
    • CIANJUR
    • CIREBON
    • GARUT
    • SUMEDANG
    • INDRAMAYU
    • SUKABUMI
    • PANGANDARAN
  • HUKUM
    • HUKUM/KRIMINAL
    • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
    • PERSIB BANDUNG
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
    • PEMILU
  • TEKNOLOGI
NASIONAL JABAR HUKUM OLAHRAGA PENDIDIKAN PERISTIWA POLITIK TEKNOLOGI
Koran Seputar Jabar | Tegas Lugas Objektif
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Ragam Reaksi atas Rencana Dedi Mulyadi Kirim Anak Nakal ke Barak Militer

Sejumlah kalangan mengkritik rencana Dedi Mulyadi mengirim anak bermasalah ke barak militer. Tak semua problem harus diselesaikan oleh tentara.

redaksi Oleh redaksi
Rabu, 30 April, 2025 | 22:00
Ragam Reaksi atas Rencana Dedi Mulyadi Kirim Anak Nakal ke Barak Militer

GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana mengirim anak-anak ‘nakal’ ke institusi TNI dan Polri untuk dididik ala militer. Dedi menyampaikan pernyataan itu saat menghadiri acara HUT ke-26 Kota Depok di Jalan Margonda Raya pada Jumat, 25 April 2025.

Dia menuturkan kebijakan itu akan diterapkan mulai Mei 2025. “Saya mau buat program, anak-anak yang nakal di rumahnya enggak mau sekolah, pengin jajan terus, balapan motor terus, sama orang tuanya melawan diserahin ke pemerintah Kota Depok untuk dibina di kompleks militer dan kompleks polisi. Setuju enggak?” kata Dedi. Dia berharap Wali Kota Depok Supian Suri bisa berkoordinasi dengan aparat TNI dan Polri setempat.

Dedi menyebutkan akan menyiapkan anggaran selama enam bulan atau bahkan hingga satu tahun agar anak-anak yang dianggapnya berperilaku nakal dibina TNI dan Polri. “Nanti udah baik baru dibalikin ke orang tuanya,” ujarnya.

Rencana Dedi tersebut mendapat tanggapan dari berbagai kalangan. Tak sedikit yang mengkritik rencana itu. Namun, saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 29 April 2025, dia mengatakan gagasannya adalah untuk mengubah paradigma anak-anak sekarang yang tidak kompetitif. Menurut dia, banyak orang tua dan guru tidak lagi sanggup menghadapi murid nakal. Apalagi, ada tren mengkriminalisasi guru yang bersikap tegas.

Bonnie Triyana: Tak Semua Problem Harus Diselesaikan oleh Tentara

Anggota Komisi X DPR Bonnie Triyana mengatakan perlu ada pertimbangan mendalam mengenai gagasan pengiriman siswa bermasalah ke barak militer. “Tidak semua problem harus diselesaikan oleh tentara, termasuk persoalan siswa bermasalah,” kata dia dalam keterangan tertulisnya pada Rabu, 30 April 2025.

Menurut dia, pendidikan militer bukan cara yang tepat untuk menguatkan karakter siswa, khususnya anak bermasalah. “Penanganan siswa bermasalah harus dipahami secara holistik dengan menelaah keluarga, lingkungan pergaulan, dan aktivitas di sekolah,” ujar dia.

Menangani siswa bermasalah, kata dia, memerlukan pendekatan psikologis. “Melibatkan psikolog dan psikiater untuk menangani siswa bermasalah jauh lebih tepat ketimbang mengirim mereka ke barak militer,” tutur politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Bonnie mengingatkan bahwa setiap anak bermasalah memiliki karakter berbeda, termasuk latar belakang yang menyebabkan perilaku mereka menjadi bermasalah. “Jadi tidak bisa disamaratakan seperti itu,” ujar dia.

Dia menilai pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi seharusnya memastikan keberadaan guru konseling di setiap sekolah. Guru-guru itu harus yang terlatih dalam mengatasi siswa bermasalah. Bonnie mengatakan para pemangku kepentingan perlu memperhatikan kebutuhan dasar anak didik, yakni kebutuhan untuk mendapatkan bimbingan dari tenaga pengajar.

TNI AD: Kodam III/Siliwangi dan Pemprov Jabar Sedang Siapkan Mekanismenya

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigadir Jenderal Wahyu Yudhayana belum bisa menjelaskan secara detail perihal rencana Dedi Mulyadi mengirim siswa yang dinilai bermasalah ke barak militer.

Namun dia menyebutkan Kodam III/Siliwangi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang mempersiapkan kerja sama dan mekanismenya. “Masih menunggu detail teknis yang dikoordinasikan antara Pemprov Jabar dan Kodam III/Siliwangi,” kata dia ketika dihubungi pada Rabu, 30 April 2025.

Menurut dia, pada prinsipnya, TNI AD mendukung rencana pengiriman siswa bermasalah itu ke barak militer untuk dibina.

“TNI AD siap mendukung program-program pemerintah atau pemerintah daerah sesuai dengan apa yang sudah diamanatkan di dalam undang-undang sebagai tugas TNI di dalam operasi militer selain perang dan fungsi utama yang kami emban,” tutur dia.

Mengenai prioritas pembinaan maupun kriteria siswa yang rencananya akan dididik di barak, Wahyu juga belum bisa mengungkapkan lebih jauh. Dia hanya menyebutkan kriteria siswa yang dinilai bermasalah nantinya akan ditentukan oleh Pemprov Jabar.

Wakil Mendikdasmen: Kami Sudah Punya Mekanisme

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Atip Latipulhayat menilai usulan Dedi Mulyadi tersebut kurang tepat. Dia mengatakan kementeriannya sudah memiliki mekanisme baku untuk menangani anak-anak yang butuh bimbingan.

“Kami sudah punya mekanisme, yaitu dengan guru-guru bimbingan konseling (BK). Jadi, untuk menangani persoalan, masalah-masalah yang berkaitan dengan siswa, termasuk di dalamnya yang disebut kenakalan siswa, itu ditangani oleh guru BK,” kata Atip kepada Tempo pada Senin, 28 April 2025.

Atip mengatakan yang tepat seharusnya menggunakan pendekatan edukatif. Menurut dia, langkah mengirim anak bermasalah ke barak militer bukan menjadi solusi. “Nanti malah konotasinya kurang baik. Kok militerisasi di dalam pendidikan Indonesia?” ujarnya.

Menurut dia, sejauh ini, guru bimbingan konseling sudah terlembaga dengan baik dan ada di setiap sekolah. Tugas guru-guru BK tersebut yang semestinya dimaksimalkan untuk membimbing siswa agar lebih terarah.

Dasco: Pengiriman Anak Nakal ke Barak Militer Harus Lewat Kajian

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mendorong pengkajian wacana pengiriman anak nakal ke barak militer. Dasco berpendapat rencana itu harus ditelaah secara mendalam sebelum benar-benar diimplementasikan. “Hal-hal yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat mungkin adalah hal-hal baru yang memang perlu dikaji terlebih dahulu secara matang,” ujarnya di kompleks parlemen, Rabu.

Ketua Harian Partai Gerindra itu mengaku belum mempelajari secara rinci bagaimana rencana itu akan direalisasikan oleh Dedi Mulyadi. Dia juga tidak tahu bagaimana reaksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terhadap kebijakan yang akan diberlakukan Dedi itu. “Saya belum secara lengkap membaca pernyataan Gubernur Jawa Barat,” kata dia.

Meski demikian, Dasco menuturkan Pemprov Jabar harus mengedepankan kajian kebijakan itu untuk menilai efektivitas rencana pengiriman anak ke barak militer. “Karena ya mungkin untuk masing-masing daerah itu karakteristiknya kan berbeda-beda,” tuturnya.

JPPI: Bukan Menjadi Solusi, Malah Bisa Menjadi Intimidasi

Adapun Koordinator Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji menilai usulan pengiriman anak bermasalah ke barak militer berbahaya dan bisa memunculkan trauma militerisme.

Ubaid menegaskan gagasan tersebut tidak pantas untuk dijadikan pendekatan dalam menangani anak-anak yang kurang motivasi belajar. “Ini bisa membangunkan trauma lama soal militerisme dalam ruang-ruang sipil. Bukan menjadi solusi, malah bisa menjadi intimidasi, terutama anak-anak dan orang tua,” kata dia saat dihubungi pada Senin, 28 April 2025.

Dia juga mengatakan menggertak anak dengan ancaman pendekatan militer bertentangan dengan prinsip pendidikan yang seharusnya humanis, membangun rasa aman, serta memberdayakan anak. Dia mengingatkan pelibatan militer dalam ranah pendidikan sipil pernah meninggalkan luka sejarah di masa lalu yang tidak boleh diulang. “Kenapa sekarang sedikit-sedikit harus melibatkan militer? Seakan-akan apa pun masalahnya, solusinya adalah TNI?” kata dia.  Red

Berita Terkait

LIMBANGAN GREEN VIEW (Rumah Subsidi), Sejuk Alamnya, Nyaman Huniannya, Murah Harganya!
NASIONAL

LIMBANGAN GREEN VIEW (Rumah Subsidi), Sejuk Alamnya, Nyaman Huniannya, Murah Harganya!

Oleh Tim Redaksi
Senin, 6 Juli, 2026 | 16:11
0
1.5k

LIMBANGAN GREEN VIEW (Rumah Subsidi), Sejuk Alamnya, Nyaman Huniannya, Murah Harganya! Miliki rumah impian Anda di Limbangan Green View, perumahan...

Persetruan antara Forum Pemerhati Pembangunan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Garut Selatan (FP3EM-Garsel)
NASIONAL

Persetruan antara Forum Pemerhati Pembangunan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Garut Selatan (FP3EM-Garsel)

Oleh Tim Redaksi
Sabtu, 4 Juli, 2026 | 20:01
0
1.5k

Seputar Jabar | Baru baru ini, telah menyeret tokoh-tokoh penting daeran di Pakenjeng masuk dalam pusaran yang lebih dalam, dan...

Kejagung Tetapkan Brigjen Lalu Muhammad Iwan Tersangka Korupsi MBG

Kejagung Tetapkan Brigjen Lalu Muhammad Iwan Tersangka Korupsi MBG

Sabtu, 4 Juli, 2026 | 09:07
1.5k
Lantik Pejabat Baru, Menaker Minta Berikan Kinerja Terbaik bagi Masyarakat

Lantik Pejabat Baru, Menaker Minta Berikan Kinerja Terbaik bagi Masyarakat

Rabu, 1 Juli, 2026 | 23:57
1.5k
Selamat Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026

Selamat Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026

Rabu, 1 Juli, 2026 | 17:09
1.5k
Kapolda Jabar Rudi Setiawan Naik Pangkat Jadi Jenderal Bintang Tiga

Kapolda Jabar Rudi Setiawan Naik Pangkat Jadi Jenderal Bintang Tiga

Selasa, 30 Juni, 2026 | 18:15
1.5k
Wamenaker Ajak Generasi Muda Optimalkan Potensi Digital di Sektor UMKM

Wamenaker Ajak Generasi Muda Optimalkan Potensi Digital di Sektor UMKM

Selasa, 23 Juni, 2026 | 22:37
1.5k
Peran Strategis Pers dalam Negara Hukum dan Pentingnya Perlindungan Terhadap Tugas Jurnalistik

Peran Strategis Pers dalam Negara Hukum dan Pentingnya Perlindungan Terhadap Tugas Jurnalistik

Selasa, 23 Juni, 2026 | 12:55
1.5k
STNK Hilang

Recommended.

Videonya Viral, Mahasiswa UIN Bandung Dianiaya Orang Tak Dikenal di Dalam Kampus

Videonya Viral, Mahasiswa UIN Bandung Dianiaya Orang Tak Dikenal di Dalam Kampus

Kamis, 15 September, 2022 | 15:46
1.5k
Warga Bandung Barat Tenggelam di Waduk Saguling, Ditemukan Mengambang Tak Bernyawa

Warga Bandung Barat Tenggelam di Waduk Saguling, Ditemukan Mengambang Tak Bernyawa

Minggu, 1 Desember, 2024 | 14:17
1.5k

Trending.

Harlah ke-51 MUI Kabupaten Garut Digelar di Pendopo, Perkuat Peran sebagai Khadimul Ummah

Harlah ke-51 MUI Kabupaten Garut Digelar di Pendopo, Perkuat Peran sebagai Khadimul Ummah

Sabtu, 8 Agustus, 2026 | 18:37
1.5k
Dr. Suherman Saleh: Muswil KAHMI Jabar ke-7 Berjalan Sukses, Rumusan Strategis Siap Ditindaklanjuti

Dr. Suherman Saleh: Muswil KAHMI Jabar ke-7 Berjalan Sukses, Rumusan Strategis Siap Ditindaklanjuti

Senin, 10 Agustus, 2026 | 17:29
1.5k
Dua Tokoh Perintis PUSDAI Diabadikan, Paviliun Miftah Faridl dan Sodik Mudjahid di Resmikan

Dua Tokoh Perintis PUSDAI Diabadikan, Paviliun Miftah Faridl dan Sodik Mudjahid di Resmikan

Selasa, 11 Agustus, 2026 | 13:35
1.5k
Proyek Pembangunan Prasarana Pertanian Yang Dilaksanakan CV Tata Teknik Diduga Dikerjakan Asal-Asalan

Proyek Pembangunan Prasarana Pertanian Yang Dilaksanakan CV Tata Teknik Diduga Dikerjakan Asal-Asalan

Rabu, 16 Juli, 2025 | 19:58
1.5k
Polsek Cibinong dan INAFIS Polres Bogor Cek Olah TKP Perampokan Rumah, Korban Rugi Puluhan Juta

Polsek Cibinong dan INAFIS Polres Bogor Cek Olah TKP Perampokan Rumah, Korban Rugi Puluhan Juta

Kamis, 11 Juli, 2024 | 17:30
1.5k
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • Privacy Policy
  • REDAKSI
  • Tentang Kami
Portal Berita Jawa Barat Terpercaya

© 2026 Seputar Jabar Online - Tegas Lugas Objektif

No Result
View All Result
  • NASIONAL
  • JABAR
    • BANDUNG
    • KAB.BANDUNG
    • BANDUNG BARAT
    • CIMAHI
    • GARUT
    • BOGOR
    • CIANJUR
    • CIREBON
    • GARUT
    • SUMEDANG
    • INDRAMAYU
    • SUKABUMI
    • PANGANDARAN
  • HUKUM
    • HUKUM/KRIMINAL
    • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
    • PERSIB BANDUNG
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
    • PEMILU
  • TEKNOLOGI

© 2026 Seputar Jabar Online - Tegas Lugas Objektif

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.