{"id":7418,"date":"2026-08-10T17:34:27","date_gmt":"2026-08-10T10:34:27","guid":{"rendered":"https:\/\/seputarjabar.co.id\/?p=7418"},"modified":"2026-08-10T17:34:27","modified_gmt":"2026-08-10T10:34:27","slug":"angklung-merah-putih-meriahkan-harmoni-wastra-nusantara-yatno-trihardani-lestarikan-budaya-dengan-kebersamaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging.seputarjabarnews.com\/index.php\/2026\/08\/10\/angklung-merah-putih-meriahkan-harmoni-wastra-nusantara-yatno-trihardani-lestarikan-budaya-dengan-kebersamaan\/","title":{"rendered":"Angklung Merah Putih Meriahkan Harmoni Wastra Nusantara, Yatno Trihardani: Lestarikan Budaya dengan Kebersamaan"},"content":{"rendered":"<p>Jumat, 5-9 Agustus 2026<\/p>\n<p><strong>Seputar Jabar |<\/strong> Pagelaran Harmoni Wastra Nusantara yang berlangsung di Graha Manggala Siliwangi, Bandung, 5-9 Agustus 2026, tidak hanya menampilkan kekayaan batik, tenun, bordir dan fashion, tetapi juga menghadirkan pertunjukan seni tradisional angklung.<\/p>\n<p>Salah satunya ditampilkan oleh Angklung Merah Putih yang dipimpin oleh Yatno Trihardanisalah satu tokoh penggerak angklung se-Jawa Barat, mengikutsertakan sejumlah komunitas angklung dari berbagai wilayah di Jawa Barat. Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus upaya bersama dalam melestarikan budaya Sunda dan kesenian angklung.<\/p>\n<p>Pembina\/Ketua Angklung Merah Putih, Yatno Trihardani, mengatakan pihaknya mengumpulkan sekitar lima komunitas untuk tampil dalam kegiatan tersebut.<\/p>\n<p>\u201cSiang hari ini kita bisa berkumpul bersama untuk mengisi acara Harmoni Wastra Jawa Barat. Kami dari MPC Merah Putih mengumpulkan beberapa grup untuk bermain angklung. Ada dari Bojongsoang, Baleendah, Mawar 13, Ciwastra dan Sukajadi,\u201d ujar Yatno.<\/p>\n<p>Menurutnya, setiap komunitas terdiri dari sekitar 25 orang. Mereka mempersiapkan penampilan selama kurang lebih satu bulan, termasuk berlatih dan mempersiapkan lagu yang akan dimainkan.<\/p>\n<p>Yatno menilai kegiatan tersebut bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga menjadi sarana membangun kebahagiaan, kesehatan, persaudaraan dan semangat gotong royong.<\/p>\n<p>\u201cPada intinya ini sebagai upaya sehat dan silaturahmi. Saya merasa bangga karena mereka mendapatkan edukasi yang mudah diterima. Kalau diberikan yang terlalu sulit, malah bisa kabur. Ternyata ketika edukasinya mudah dicerna, hasilnya maksimal dan pesannya sampai,\u201d katanya.<\/p>\n<p><strong>Berdiri Sejak 2014, Telah Membina Ribuan Murid<\/p>\n<p><\/strong>Yatno menjelaskan, Angklung Merah Putih telah berdiri sejak 2014. Selama perjalanannya, komunitas tersebut telah membina sekitar 2.500 murid, termasuk anak-anak sekolah.<\/p>\n<p>Namun, hingga saat ini kegiatan pembinaan tersebut disebutnya masih berjalan secara mandiri dan belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.<\/p>\n<p>\u201cSelama ini sama sekali belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Jadi ini benar-benar kebersamaan dan kegotongroyongan. Kalau ada acara apa pun, kami bersilaturahmi. Dari mereka, untuk mereka,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Ia berharap semangat tersebut dapat terus dijaga sehingga pelestarian angklung tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diwujudkan melalui kegiatan rutin dan keterlibatan masyarakat.<\/p>\n<p>Menurut Yatno, salah satu kunci agar generasi muda tertarik mempelajari angklung adalah memberikan metode pembelajaran yang menyenangkan dan mudah dipahami.<\/p>\n<p>\u201cBudaya itu kita lestarikan, tetapi bagaimana cara memasaknya, bagaimana cara meramunya supaya mudah dicerna. Itu yang penting,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-7420 size-jnews-featured-750\" src=\"https:\/\/staging.seputarjabarnews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-10-at-17.33.04-750x563.jpeg\" alt=\"\" width=\"750\" height=\"563\" srcset=\"https:\/\/staging.seputarjabarnews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-10-at-17.33.04-750x563.jpeg 750w, https:\/\/staging.seputarjabarnews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-10-at-17.33.04-300x225.jpeg 300w, https:\/\/staging.seputarjabarnews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-10-at-17.33.04-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/staging.seputarjabarnews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-10-at-17.33.04-768x576.jpeg 768w, https:\/\/staging.seputarjabarnews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-10-at-17.33.04-1536x1152.jpeg 1536w, https:\/\/staging.seputarjabarnews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-10-at-17.33.04-1140x855.jpeg 1140w, https:\/\/staging.seputarjabarnews.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/WhatsApp-Image-2026-08-10-at-17.33.04.jpeg 1600w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><strong>Mengharumkan Nama Indonesia<br \/>\n<\/strong><br \/>\nLebih jauh, Yatno menegaskan bahwa keberadaan Angklung Merah Putih memiliki tujuan yang lebih luas. Tidak hanya menjaga kesenian angklung sebagai bagian dari budaya Indonesia, tetapi juga membawa nama Indonesia melalui seni ke berbagai daerah bahkan ke mancanegara.<\/p>\n<p>\u201cTujuannya melalui angklung, Angklung Merah Putih, adalah untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia. Bukan hanya dalam budaya dan kesenian, tetapi juga agar angklung Merah Putih dikenal di seluruh pelosok Indonesia dan negara-negara lainnya,\u201d pungkas Yatno.<\/p>\n<p>Kehadiran Angklung Merah Putih dalam Harmoni Wastra Nusantara sekaligus memperlihatkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan berbagai bentuk ekspresi seni. Wastra, musik tradisional, komunitas dan kreativitas masyarakat dipertemukan dalam satu ruang untuk memperkuat kecintaan terhadap budaya Nusantara.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jumat, 5-9 Agustus 2026 Seputar Jabar | Pagelaran Harmoni Wastra Nusantara yang berlangsung di Graha Manggala Siliwangi, Bandung, 5-9 Agustus 2026, tidak hanya menampilkan kekayaan batik, tenun, bordir dan fashion, tetapi juga menghadirkan pertunjukan seni tradisional angklung. Salah satunya ditampilkan oleh Angklung Merah Putih yang dipimpin oleh Yatno Trihardanisalah satu tokoh penggerak angklung se-Jawa Barat, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":7419,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[95],"tags":[],"class_list":["post-7418","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bandung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.seputarjabarnews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7418","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.seputarjabarnews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.seputarjabarnews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.seputarjabarnews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.seputarjabarnews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7418"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/staging.seputarjabarnews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7418\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7422,"href":"https:\/\/staging.seputarjabarnews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7418\/revisions\/7422"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.seputarjabarnews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7419"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.seputarjabarnews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7418"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.seputarjabarnews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7418"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.seputarjabarnews.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7418"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}